RESUME POKOK-POKOK PIDATO IR. SOEKARNO PADA SIDANG BPUPKI TANGGAL 1 JUNI 1945
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu,
Salam sejahtera bagi kita semua,
SALAM PANCASILA !
Sebelumnya, saya mengucapkan selamat datang kembali di akun Webblog saya.
Izinkan saya untuk memperkenalkan diri kembali.
Nama saya Rinda Ariyanti dengan Nomor Induk Mahasiswa ***********. Saya mahasiswi Universitas Negeri Surabaya, dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Jurusan Matematika, Program Studi S1 Matematika, kelas 2021D.
Di sini, saya akan mempublikasikan hasil resume saya mengenai 'Pokok-Pokok Pidato Ir. Soekarno pada Sidang BPUPKI Tanggal 1 Juni 1945', yang mana materi ini telah diberikan oleh Bapak Dr. Purbodjati, M.S. selaku Dosen Pengampu mata kuliah Pendidikan Pancasila.
Berikut adalah hasil resume saya.
POKOK-POKOK PIDATO IR. SOEKARNO PADA SIDANG BPUPKI TANGGAL 1 JUNI 1945
Ir. Soekarno menyampaikan pidato mengenai dasar negara Indonesia merdeka pada 1 Juni 1945. Dalam pidato ini, beliau memiliki permintaan kepada sidang Dokuritsu zumbi coosakai untuk mengemukakan dasar Indonesia merdeka, yang dalam bahasa Belanda filosofi grondslag daripada Indonesia merdeka a philosophy crowns lah itulah fundamen filsafat pikiran yang sedalam-dalamnya jiwa hasrat yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia merdeka yang kekal dan abadi.
Ir. Soekarno memberikan usulan yang berbentuk Philosophische Grondslag atau Weltanschauung, yaitu fundamen, filsafat, pikiran, jiwa, hasrat yang sedalam-dalamnya demi mendirikan negara yang kekal abadi.
· Merdeka menurut presiden Soekarno ialah political independence politieke onafhankelijkheid. Di dalam sejarah dunia banyak sekali negara-negara yang merdeka, namun berbeda antara kemerdekaan negara yang satu dengan yang lainnya. Kemerdekaan politik onafhankelijkheid political independence tak lain dan tak bukan ialah satu jembatan. Walau Bangsa kita Indonesia walaupun dengan bambu runcing namun semua siap sedia mati mempertahankan tanah air kita Indonesia. Saat itu bangsa Indonesia adalah siap sedia masa untuk merdeka di dalam Indonesia merdeka kita melatih Pemuda agar menjadi kuat, di dalam Indonesia merdeka kita menyehatkan rakyat sebaik-baiknya inilah yang dimasud dengan perkataan jembatan negeri yang merdeka itu berdiri di atas suatu weltanschauung. Kita medirikan suatu negara “semua buat semua”. Kata kemerdekaan dalam pidato Ir. Soekarno adalah Political Independence, yang berarti suatu jembatan emas, yang dengan jembatan emas inilah bisa leluasa dalam menyusun masyarakat Indonesia yang merdeka, kuat, sehat, gagah, kekal, dan abadi.
· Ir. Soekarno juga menyampaikan syarat suatu negara dikatakan merdeka menurut Hukum Internasional, dimana suatu negara dikatakan sebagai negara yang merdeka apabila : ada bumi / wilayah, ada rakyat, ada pemerintahannya, dan diakui oleh salah satu negara yang lain yang merdeka.
Lima usulan atau rumusan dasar negara yang diusulkan oleh Ir. Soekarno adalah sebagai berikut :
1. KEBANGSAAN INDONESIA
Dasar
pertama, yang baik dijadikan dasar buat negara Indonesia, ialah dasar
kebangsaan. Kita mendirikan suatu negara kebangsaan Indonesia.satu kebangsaan
ini bukan berarti dalam arti yang sempit, tetapi satu nationalestaat. Menurut
definisi Ernest Renan, maka yang menjadi bangsa, yaitu satu gerombolan manusia
yang bersatu, yang merasa dirinya belum bersatu. Arti bangsa menurut Otto
Bauer ialah suatu persamaan perangai yang timbul karena persamaan nasib. Bangsa Indonesia ialah seluruh
manusia-manusia yang menurut geopolitik yang telah ditentukan oleh Allah
subhanahuwata'ala tinggal di Kesatuannya semua pulau-pulau Indonesia dari ujung
utara Sumatera sampai ke Irian seluruhnya yang telah menjadi satu. Kita semua
menuju mendirikan satu Nationale Staat di atas kesatuan bumi Indonesia
dari ujung Sumatera sampai ke Irian. Kita hanya dua kali mengalami Nationale
Staat yaitu di zaman Sriwijaya dan di zaman Majapahit.
2. NASIOANLISME ATAU PERIKEMANUSIAAN
Dasar
yang kedua adalah internasionalisme atau perikemanusiaan. Nasionalisme tidak
dapat subur jika tidak berakar di dalam bumi internasionalisme.
3. MUFAKAT ATAU DEMOKRASI
Dasar
yang ketiga adalah dasar mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan.
Negara Indonesia bukan merupakan negara satu untuk satu. Syarat yang mutlak untuk
kuatnya negara Indoonesia ialah permusyawaratan perwakilan dengan cara mufakat.
4. KESEJAHTERAAN SOSIAL
Dasar
keempat adalah prinsip kesejahteraan sosial, yang dapat diartikan tidak akan
ada kemiskinan di dalam Indonesia merdeka. Jika kita mencari demokrasi
hendaklah bukan demokrasi barat, tetapi permusyawaratan yang memberi hidup,
yaitu politiek economische democrative yang mampu mendatangkan kesejahteraan
sosial. Kita harus menerima prinsip hal social rechtvaardigheid yaitu prinsip
yang bukan hanya sama dalam persamaan politik, namu juga persamaan
kesejahteraan bersama yang sebaik-baiknya.
5. KETUHANAN
Dasar
kelima adalah prinsip ketuhanan, yaitu prinsip dengan bertaqwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa. Hendaknya Negara Indonesia adalah negara yang tiap tiap orangnya
dapat menyembah Tuhannya dengan cara yang leluasa. Kita harus berkeadaban
dengan menghormati satu sama lain walaupun berbeda agama.
Kelima
dasar yang diusulkan ini dinamai dengan Panca Sila, dengan Sila yang berarti
asas atau dasar. Kelima dasar itulah dasar kita untuk mendirikan Negara
Indonesia yang kekal dan abadi.
Ir. Soekarno
mengatakan apabila lima sila ini dirasa berat dan kurang sesuai di hati, maka
dapat diperas menjadi Trisila, yakni:
1. Sosio-Nasionalisme
Berasal dari peranan sila 1 dan 2, yakni Kebangsaan Indonesia dan
Internasionalisme atau perikemanusiaan. Yang berarti bangsa Indonesia haruslah
berdiri tegak dan bersatu dalam sebuah geo-politik. Sosio-demokrasi hanya dapat
dikembangkan diatas Sosio-Nasionalisme.
2. Sosio-Demokrasi
Berasal dari peranan sila 3 dan 4, yakni mufakat atau demokrasi dan
kesejahteraan sosial. Yang berarti
sebuah kesejahteraan sosial hendaknya dibangun atas dasar mufakat (tidak
mungkin ada mufakat tanpa ada musyawarah).
3. Ketuhanan
Ir. Soekarno kembali mengemukakan bahwa apabila Trisila tidak begitu pas di hati,
maka dapat diperas kembali menjadi Ekasila, yakni gotong royong. Didalam gotong
royong terdapat interaksi antara suku bangsa dan kuatnya prinsip-prinsip
kepentingan umum dibandingkan kepentingan golongan yang keluar dari proses
musyawarah mufakat. Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama pemerasan
keringat bersama perjuangan bantu binantu bersama amal semua buat kepentingan
semua keringat semua buat kebahagiaan semua.
Sekian yang dapat saya publikasikan. Apabila ada tanggapan, masukan, saran, dan kritik, mengenai apa yang saya publikasikan, silahkan tinggalkan komentar di kolom komentar.
Terima Kasih.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatu.
SALAM PANCASILA !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar