Senin, 27 September 2021

RESUME POKOK-POKOK PIDATO IR. SOEKARNO PADA SIDANG BPUPKI TANGGAL 1 JUNI 1945

 

RESUME POKOK-POKOK PIDATO IR. SOEKARNO PADA SIDANG BPUPKI TANGGAL 1 JUNI 1945 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu, 
Salam sejahtera bagi kita semua, 
SALAM PANCASILA ! 

Sebelumnya, saya mengucapkan selamat datang kembali di akun Webblog saya. 

Izinkan saya untuk memperkenalkan diri kembali. 
Nama saya Rinda Ariyanti dengan Nomor Induk Mahasiswa ***********. Saya mahasiswi Universitas Negeri Surabaya, dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Jurusan Matematika, Program Studi S1 Matematika, kelas 2021D.

Di sini, saya akan mempublikasikan hasil resume saya mengenai 'Pokok-Pokok Pidato Ir. Soekarno pada Sidang BPUPKI Tanggal 1 Juni 1945', yang mana materi ini telah diberikan oleh Bapak Dr. Purbodjati, M.S. selaku Dosen Pengampu mata kuliah Pendidikan Pancasila.   

Berikut adalah hasil resume saya. 

POKOK-POKOK PIDATO IR. SOEKARNO PADA SIDANG BPUPKI TANGGAL 1 JUNI 1945 

Ir. Soekarno menyampaikan pidato mengenai dasar negara Indonesia merdeka pada 1 Juni 1945. Dalam pidato ini, beliau memiliki permintaan kepada sidang Dokuritsu zumbi coosakai untuk mengemukakan dasar Indonesia merdeka, yang dalam bahasa Belanda filosofi grondslag daripada Indonesia merdeka a philosophy crowns lah itulah fundamen filsafat pikiran yang sedalam-dalamnya jiwa hasrat yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia merdeka yang kekal dan abadi.
Ir. Soekarno memberikan usulan yang berbentuk Philosophische Grondslag atau Weltanschauung, yaitu fundamen, filsafat, pikiran, jiwa, hasrat yang sedalam-dalamnya demi mendirikan negara yang kekal abadi.

·        Merdeka menurut presiden Soekarno ialah political independence politieke onafhankelijkheid. Di dalam sejarah dunia banyak sekali negara-negara yang merdeka, namun berbeda antara kemerdekaan negara yang satu dengan yang lainnya. Kemerdekaan politik onafhankelijkheid political independence tak lain dan tak bukan ialah satu jembatan. Walau Bangsa kita Indonesia walaupun dengan bambu runcing namun semua siap sedia mati mempertahankan tanah air kita Indonesia. Saat itu bangsa Indonesia adalah siap sedia masa untuk merdeka di dalam Indonesia merdeka kita melatih Pemuda agar menjadi kuat, di dalam Indonesia merdeka kita menyehatkan rakyat sebaik-baiknya inilah yang dimasud dengan perkataan jembatan negeri yang merdeka itu berdiri di atas suatu weltanschauung. Kita medirikan suatu negara “semua buat semua”. Kata kemerdekaan dalam pidato Ir. Soekarno adalah Political Independence, yang berarti suatu jembatan emas, yang dengan jembatan emas inilah bisa leluasa dalam menyusun masyarakat Indonesia yang merdeka, kuat, sehat, gagah, kekal, dan abadi.

·        Ir. Soekarno juga menyampaikan syarat suatu negara dikatakan merdeka menurut Hukum Internasional, dimana suatu negara dikatakan sebagai negara yang merdeka apabila : ada bumi / wilayah, ada rakyat, ada pemerintahannya, dan diakui oleh salah satu negara yang lain yang merdeka. 
      
      Lima usulan atau rumusan dasar negara yang diusulkan oleh Ir. Soekarno adalah sebagai berikut : 
      1. KEBANGSAAN INDONESIA 
       Dasar pertama, yang baik dijadikan dasar buat negara Indonesia, ialah dasar kebangsaan. Kita mendirikan suatu negara kebangsaan Indonesia.satu kebangsaan ini bukan berarti dalam arti yang sempit, tetapi satu nationalestaat. Menurut definisi Ernest Renan, maka yang menjadi bangsa, yaitu satu gerombolan manusia yang bersatu, yang merasa dirinya belum bersatu. Arti bangsa menurut Otto Bauer ialah suatu persamaan perangai yang timbul karena persamaan nasib. Bangsa Indonesia ialah seluruh manusia-manusia yang menurut geopolitik yang telah ditentukan oleh Allah subhanahuwata'ala tinggal di Kesatuannya semua pulau-pulau Indonesia dari ujung utara Sumatera sampai ke Irian seluruhnya yang telah menjadi satu. Kita semua menuju mendirikan satu Nationale Staat di atas kesatuan bumi Indonesia dari ujung Sumatera sampai ke Irian. Kita hanya dua kali mengalami Nationale Staat yaitu di zaman Sriwijaya dan di zaman Majapahit.
      2. NASIOANLISME ATAU PERIKEMANUSIAAN 
      Dasar yang kedua adalah internasionalisme atau perikemanusiaan. Nasionalisme tidak dapat subur jika tidak berakar di dalam bumi internasionalisme.
      3. MUFAKAT ATAU DEMOKRASI 
           Dasar yang ketiga adalah dasar mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan. Negara Indonesia bukan merupakan negara satu untuk satu. Syarat yang mutlak untuk kuatnya negara Indoonesia ialah permusyawaratan perwakilan dengan cara mufakat.
      4. KESEJAHTERAAN SOSIAL 
      Dasar keempat adalah prinsip kesejahteraan sosial, yang dapat diartikan tidak akan ada kemiskinan di dalam Indonesia merdeka. Jika kita mencari demokrasi hendaklah bukan demokrasi barat, tetapi permusyawaratan yang memberi hidup, yaitu politiek economische democrative yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial. Kita harus menerima prinsip hal social rechtvaardigheid yaitu prinsip yang bukan hanya sama dalam persamaan politik, namu juga persamaan kesejahteraan bersama yang sebaik-baiknya.
      5. KETUHANAN
      Dasar kelima adalah prinsip ketuhanan, yaitu prinsip dengan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hendaknya Negara Indonesia adalah negara yang tiap tiap orangnya dapat menyembah Tuhannya dengan cara yang leluasa. Kita harus berkeadaban dengan menghormati satu sama lain walaupun berbeda agama. 

      Kelima dasar yang diusulkan ini dinamai dengan Panca Sila, dengan Sila yang berarti asas atau dasar. Kelima dasar itulah dasar kita untuk mendirikan Negara Indonesia yang kekal dan abadi.

       Ir. Soekarno mengatakan apabila lima sila ini dirasa berat dan kurang sesuai di hati, maka dapat diperas menjadi Trisila, yakni: 
      1. Sosio-Nasionalisme
      Berasal dari peranan sila 1 dan 2, yakni Kebangsaan Indonesia dan Internasionalisme atau perikemanusiaan. Yang berarti bangsa Indonesia haruslah berdiri tegak dan bersatu dalam sebuah geo-politik. Sosio-demokrasi hanya dapat dikembangkan diatas Sosio-Nasionalisme.
      2. Sosio-Demokrasi
      Berasal dari peranan sila 3 dan 4, yakni mufakat atau demokrasi dan kesejahteraan sosial. Yang berarti  sebuah kesejahteraan sosial hendaknya dibangun atas dasar mufakat (tidak mungkin ada mufakat tanpa ada musyawarah).
      3. Ketuhanan

      Ir. Soekarno kembali mengemukakan bahwa apabila Trisila tidak begitu pas di hati, maka dapat diperas kembali menjadi Ekasila, yakni gotong royong. Didalam gotong royong terdapat interaksi antara suku bangsa dan kuatnya prinsip-prinsip kepentingan umum dibandingkan kepentingan golongan yang keluar dari proses musyawarah mufakat. Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama pemerasan keringat bersama perjuangan bantu binantu bersama amal semua buat kepentingan semua keringat semua buat kebahagiaan semua.
     
     Sekian yang dapat saya publikasikan. Apabila ada tanggapan, masukan, saran, dan kritik, mengenai apa yang saya publikasikan, silahkan tinggalkan komentar di kolom komentar. 

     Terima Kasih. 

     Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatu.
     
     SALAM PANCASILA !
   
     


          


          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UTS PENDIDIKAN PANCASILA

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu,  Salam sejahtera bagi kita semua,  SALAM PANCASILA !  Izinkan saya untuk memperkenalkan diri kemb...